Unsur Dasar Wawasan Nusantara


jhjhg
Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa dan negara indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Wawasan nusantara memiliki 3 unsur dasar yaitu wadah dan isi {sebagai faktor pembentuk konsepsi dasar wawasan nusantara} , dan tata laku {sebagai unsur tata laku yang menjadi pembentuk tata pelaksanaan}.
1. Unsur Dasar Wadah Wawasan Nusantara
Dilihat dari asal katanya, archipelago wilayah laut lebih penting daripada daratannya sehingga konsepsi negara kepulauan diartikan berbeda-beda seperti :
a. Arti klasik, bahwa unsur lautan lebih luas daripada daratannya dan negara sebagai unsur pokok lebih memusatkan perhatiannya pada wilayah laut daripada pulau-pulaunya.
b. Arti pengembangan, negara indonesia merupakan negara kepulauan yang didalamnya terdapat pulau-pulau kecil yang harus dikembangkan dan dimanfaatkan sumber dayanya sesuai dengan kebutuhan negara dan tidakboleh berlebihan dalam mengeksploitasi kekayaan alamnya.
c. Bangsa indonesia mengartikan negara kepulauan sarwa nusantara {satu kesatuan utuh wilayah yang didalamnya terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau yang dihubungkan, didekatkan dan dipersatukan oleh laut}.
Bagi bangsa indonesia, negara kepulauan memiliki arti yang sangat spesifik dan strategis karena : ke dalam {nusantara lebih menampakkan adanya satu kesatuan yang utuh dan bulat atas wilayah laut dengan wilayah daratannya} dan ke luar {nusantara menampakkan sifat dan ciri pada posisi antara dua benua dan dua samudera besar}.
Unsur dasar wadah wawasan nusantara meliputi 3 komponen yaitu:
 Bentuk wujud atau batas ruang lingkup
Bidang ini dibahas dalam asas archipelago dimana wawasan nusantara mempunyai bentuk wujud :
a. Nusantara
1. Dalam bentuk wujud nusantara, maka batas-batas negara ditentukan oleh lautan yang didalamnya pulau-pulau serta gugusan pulau-pulau yang satu sama lain dihubungkan, tidak dipisahkan oleh air, baik yang berupa laut maupun selat.
2. Letak geografis nusantara berada di posisi silang dunia. Terletak diantara dua samudera yaitu samudera pasifik dan hindia serta diantara dua benua yaitu benua asia dan australia. Hal itu menggambarkan wilayah indonesia merupakan pusat lalu lintas kekuatan dan pengaruh asing yang terbuka lebar. Dampak pengaruh negatif dari posisi silang negara indonesia adalah :
~ bangsa indonesia dihadapkan pada lalu lintas kekuatan dan pengaruh asing dalam semua aspek kehidupan sosialsedangkan daya serap dan daya adaptasi bangsa masih rendah.
~ hubungan antar bangsa selalu berlandaskan pada kepentingan nasional negara yang bersangkutan sedangkan bangsa indoneisa berada dalam lingkungan negara-negara yang sedang bergolak.
~ negara-negara besar selalu berusaha menanamkan, memaksakan dan menguasai aspek Ipoleksosbudhankam di negara-negara berkembang.
~ kekayaan alam yang melimpah ruah, tenaga kerja yang murah, jumlah penduduk yang banyak dan jumlah pengangguran yang tinggi merupakan daya tarik tersendiri bagi negara-negara industri (investor) untuk menanamkan modal, memasarkan produk dan mengeksploitasi kekayaan alam indonesia.
Kerawanan dampak negatif dari posisi silang tersebut harus segera diminimalisir dengan tetap berpegang teguh pada ideologi pancasila dan UUD 1945 serta bersikap hati-hati dalam memilih dan meilah-milah kekuatan dan pengaruh asing yang masuk. Cara menangkal pengaruh tersebut yaitu dengan menciptakan kekuatan sentrifugal (kekuatan mentransformasi atau mengubah kekuatan dan pengaruh asing yang bersifat negatif menjadi kekuatan nasional yang dikendalikan).
b. Manunggal (utuh menyeluruh)
Sifat dan ciri terpokok yaitu sebagai kesatuan dan persatuan (manunggal) seperti :
1. Wilayah RI terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil dan dipisahkan serta dihubungkan oleh lautan dan selat, harus dijaga dan diusahakan tetap menjadi satu kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya.
2. Bangsa indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan berbicara didalam berbagai macam bahasa daerah dan meyakinkan berbagai macam agama dan kepercayaan.
Perwujudan nusantara ini menjadi satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan kesatuan pertahanan keamanan. Bangsa indonesia harus menggalang kekuatan nasional dengan mengandalkan kemanunggalan dalam segenap aspek kehidupan nasional. Sifat dan karakteristik kemanunggalan segenap aspek kehidupan nasional meliputi : manunggal di bidang wilayah, bangsa, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, bidang psikologi, pertahanan dan keamanan serta dalam bentuk yang berkesimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, jiwa fikirannya, nasiona internasinanya serta materia spiritualnya.
 Tata susunan pokok / inti organisasi
Tata inti organisasi dalam wawasan nusantara merupakan implementasi UUD 1945. Sumber inti organisasi ialah UUD 1945 yang menyangkut :
1. Bentuk dan kedaulatan negara, Bab I Pasal (1)
a. Negara indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik.
b. Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD.
2. Kekuasaan pemerintahan negara, Bab III Pasal (4) dan (5)
 Pasal 4 (1) Presiden republik indonesia memegang kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD.
 Pasal 4 (2) dalam melakukan kewajibannya presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden.
 Pasal 5 (1) presiden memegang kekuasaan membentuk UU dengan persetujuan DPR.
 Pasal 5 (2) presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya.
3. Sistem pemerintahan yang ditegaskan dalam undang-undang dasar
 a. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka..
 b. Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi dan tidak berdasarkan absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas).
 c. Kedaulatan rakyat dipegang oleh MPR, sebagai penjilmaan seluruh rakyat indonesia.
4. Sistem perwakilan
Kedudukan DPR adalah kuat yang tidak dapat dibubarkan oleh presiden. Semua anggota DPR merangkap anggota MPR yang senantiasa mengawasi tidakan-tindakan presiden dalam melaksanakan tugas konstitusional sesuai dengan sumpah dan janji presiden. DPR memiliki hak budget, hak inisiatif, hak angket dan hak amandemen.
 Tata susunan pelengkap / kelengkapan organisasi
Tiga kelengkapan organisasi antara lain :
1. Aparatur negara
Peran aparatur negara mendorong, menggerakkan serta mengarahkan usaha-usaha pembangunan ke sasaran yang telah ditetapkan untuk kepentingan rakyat banyak.
2. Kesadaran politik dan kesadaran bernegara setiap komponen masyarakat
Kunci lain dalam pemantapan stabilitas politik juga terletak pada kesadaran politik seluruh masyarakat, setiap orang, setiap partai politik, setiap organisasi masyarakat, setiap organisasi profesi/fungsional, juga seluruh tubuh pemerintah.
3. Pers
Pers yang sehat dalam arti pers yang bebas bertanggung jawab jujur dan efektif dengan tulisan-tulisan yang memebrikan penjelasan-penjelasan yang jujur, edukatif, dan bertanggung jawab. Pers memiliki peran yang sangat besar dalam mensosialisasikan informasi kepada masyarakat. Pers sebagai alat pengintrol dan partner (mitra) pemerintah memiliki peran dan misi yang sangat besar bagi kelancaran pembangunan di segala bidang.
4. Partisipasi rakyat
Berarti mengikutsertakan rakyat dalam keseluruhan proses pembangunan bangsa dan negara yang mengakibatkan proses pembangunan hanya terpusat pada pusat pertumbuhan di kota besar, sehingga masyarakat desa selalu tertinggal dari masyarakat kota, sedangkan jika ditilik dari partisipasinya, masyarakat desa justru menjadi sumber dana pembangunan di kota-kota besar.

2. Unsur Dasar Isi Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara berbentuk 2 komponen dasar yang terpadu yaitu :
a. Cita-cita bangsa indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
b. Asas yang berciri pokok :
 Satu kesatuan ruang wilayah dalam arti satu wadah bangsa indonesia.
 Satu kesatuan politik.
 Satu kesatuan sosial budaya.
 Satu kesatuan ekonomi.
 Satu kesatuan pertahanan keamanan.
 Asas pemerataan.
Isi wawasan nusantara terdiri dari dari 3 unsur yaitu :
a. Cita-cita dan tujuan
Cita-cita dan tujuan yang terkandung dalam wawasan nusantara secara umum adalah seperti yang dirumuskan didalam pembukaan UUD 1945 “…….untuk membentuk suatu pemerintahan indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial………” .
b. Sifat dan ciri-ciri
Wawasan nusantara mempunyai sifat atau ciri-ciri :
 Manunggal
Keserasian dan keseimbangan yang dinamis dalam segenap aspek kehidupan, baik aspek alamiah maupun aspek sosial. Sesuai dengan makna Bhineka Tunggal Ika yang merupakan sifat asasi dari negara Pancasila.
 Utuh menyeluruh
Utuh menyeluruh bagi nusantara dan rakyat indonesia sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh bulat dan tidak dapat dipecah-pecah oleh kekuatan apa pun dan bagaimana pun sesuai dengan Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
Bangsa indonesia harus mampu menjadikan konsep manunggal dan utuh menyeluruh ini sebagai pisau analisis terhadap permasalahan yang dihadapi yaitu dalam meninjau dan memecahkan permasalahan selalu melibatkan semua aspek kehidupan nasional (ASTAGATRA).
c. Cara kerja
Cara kerja dalam wawasan nusantara berpedoman pada ideologi pancasila sebagai kebulatan ajaran, pandangan hidup bangsa indonesia serta satu-satunya azas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan begitu, agar bangsa indonesia tidak mudah larut dan terpengaruh dengan berbagai pengaruh dan faham dari luar yang bertentangan dengan jati diri bangsa, maka bangsa indonesia harus senantiasa mawas diri dan olah budi dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk ancaman, hambatan, gangguan, dan tantangan.

3. Unsur Dasar Tata Laku Wawasan Nusantara
Tata laku wawasan nusantara terwujud dalam 2 unsur yaitu :
1. Tata laku batiniah
Berlandaskan falsafah pancasila melahirkan sikap mental bangsa yang memiliki kekatan batin. Terbentuk dan tumbuh berdasar proses pertumbuhan yang dipengaruhi oleh nilai-nilai agama, budaya, tradisi, serta lingkungan hidup. Sehingga bangsa indonesia harus mampu mengimplemetasikan nilai-nilai terluhur budaya bagsa sendiri.
2. Tata laku lahiriah
Adalah kekuaan manunggalnya kata dan karya (perbuatan). Terwujud dalam tata perencanaan, tata pelaksanaan, dan tata pengendalian dalam proses pembangunan nasional.
Dapat disimpulkan bahwa unsur dasar wawasan nusantara dalam beberapa inti :
1. Isi NKRI adalah falsafah pancasila dan UUD1945.
2. Wadah republik indonesia adalah nusantara, yang manakala di isi akan nampak sebagai wawasan nusantara.
3. Tata laku republik indonesia berwujud UUD1945, bila diterapkan/diisi dengan wawasan nusantara akan menghasilkan ketahanan nasional indonesia.
4. Ajaran wawasan nusantara adalah wujud dan ini kepribadian bangsa sesuai dengan jati diri bangsa sendiri.

Tentang ida4lifiatin

Just a simple girl :)
Pos ini dipublikasikan di PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s