Konflik Sosial Berbau SARA


Kondisi kehidupan beragama di Indonesia akhir-akhir ini semakin marak dengan munculnya aksi kekerasan yang ditimbulkan oleh warga negara yang kurang toleran terhadap perbedaan beragama, padahal agama apapun tidak mengajarkan untuk menghadapi perbedaan dengan pertikaian atau kekerasan. Namun dalam realita kehidupan, perbedaan yang timbul seringkali diselesaikan dengan kekerasan. Tentu saja sebagai warga negara atau sekelompok orang yang tidak setuju dengan keyakinan orang atau sekelompok lain juga berhak untuk menyatakan ketidaksetujuannya. Tetapi sejauh tetap mengakui hak mereka sebagai warga negara. Kurangnya sikap toleran dapat timbul karena adanya rasa fanatik yang menganggap bahwa agamanya adalah yang paling benar, membuat munculnya sikap kurang setuju dengan agama lain dan menganggap agama lain tidak baik sehingga menimbulkan perbedaan cara pandang yang akan berdampak buruk pada kehidupan beragama.
Dewasa ini masalah-masalah agama yang timbul di Indonesia tidak hanya diperbincangkan oleh warga negara Indonesia sendiri, namun telah menjadi sorotan di negara-negara lain seperti Amerika Serikat yang ikut perihatin dengan kehidupan beragama di Indonesia. Masalah utama yang seringkali menimbulkan konflik kekerasan yaitu penodaan agama yang dilakukan oleh sekelompok orang. Hal ini membuat masyarakat sulit untuk mereda emosi, mereka tidak terima dengan adanya unsur-unsur yang berujung pada penodaan agama, sehingga mereka cenderung bermain hakim sendiri dan melakukan aksi kekerasan seperti membakar, menghancurkan, dan merusak bangunan dari sekelompok orang yang di anggap telah melakukan penodaan agama. Jika memperhatikan kasus kekerasan yang telah terjadi selama ini banyak faktor yang menjadi pemicu aksi kekerasan tersebut, seperti adanya sikap yang saling mencurigai antara umat beragama atau kelompok tertentu. Kemudian adanya kesalahan dalam mengimplementasikan perintah agama, sehingga golongan yang berbeda keyakinan dianggap sebagai lawan.
Dari kekerasan yang timbul karena salah dalam menyikapi perbedaan itu membuat kita malu sebagai bangsa yang bersemboyankan β€œBhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa” semboyan bangsa Indonesia yang maknanya adalah walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, merupakan suatu cerminan keadaan dari bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan akan budaya yang berbeda-beda tetapi tetap bisa bersatu. Tetapi semboyan ini hanya menjadi makna semata, karena kurang adanya implementasi yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Sungguh ironis jika kita menoleh ke belakang dan melihat banyaknya peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi dan korban-korban meninggal dunia karena kekerasan antara sekelompok orang. Parahnya lagi, kekerasan tersebut timbul dari konflik internal dan lintas agama. Munculnya berbagai aksi kekerasan, khususnya yang mengatasnamakan agama dan kelompok menimbulkan berbagai pandangan bahwa bangsa Indonesia tengah berada pada krisis persatuan, karena telah memudarnya rasa toleransi dalam kemajemukan dalam menyikapi perbedaan agama.
Kekerasan diatas menimbulkan pertanyaan tentang apakah guna dari hak warga negara untuk bebas beragama dan berkeyakinan serta memperoleh perlindungan dari Negara. Karena telah jelas tertulis dalam konstitusi bahwa warga negara telah diberikan hak-hak tersebut. Sebagai pemimpin bangsa dan penegak hukum adalah pihak yang layak dalam mengambil tindakan hukum. Keadilan sangat wajib untuk ditegakkan. Menindak dengan tegas oknum-oknum yang bersalah terkait dengan pelanggaran HAM yang terjadi akibat kekerasan tersebut. Memberikan hukuman yang layak dengan kesalahan yang telah diperbuat, agar tidak akan terjadi kekerasan di bangsa Indonesia dan para oknum-oknum tersebut jera dengan sanksi yang diberikan. Supaya hak asasi dan kemerdekaan setiap warga negara secara optimal dapat dilindungi.

Tentang ida4lifiatin

Just a simple girl :)
Pos ini dipublikasikan di SOSIOLOGI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s